10+ Tips Traveling Untuk Traveler Yang Punya Riwayat Penyakit Maag

Tips Traveling Untuk Traveler Yang Punya Riwayat Penyakit Maag

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebiasaan makan akan berubah selama perjalanan. Tentu saja, aktivitas yang padat seringkali membuat traveler lupa makan. Nah, jika makan tidak teratur, asam lambung bisa menumpuk dan menyebabkan maag. Terutama bagi penderita maag kronis yang tidak boleh makan sebentar.

Jika maag sudah kembali, aktivitas bisa dihentikan selama liburan.Mulai dari perut kembung, bengkak dan bersendawa akan menjadi gejala maag yang akan Anda rasakan selama perjalanan. Belum lagi jika perut menjadi kram dan mual.

Bagi Anda yang memiliki maag, Anda perlu berhati-hati dalam menjaga pola makan Anda. Jika Anda tidak ingin maag Anda kambuh lagi selama liburan, sebaiknya ikuti beberapa tips berikut ini agar Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan nyaman.

10+ Tips Traveling Untuk Traveler Yang Punya Riwayat Penyakit Maag

Apa sarannya? Yuk, simak tipsnya di bawah ini!

1. Hindari makan dalam porsi besar

Wisata kuliner dan wine seharusnya menjadi kegiatan wajib saat berlibur di suatu tempat, apalagi jika destinasi yang Anda kunjungi menawarkan berbagai kuliner yang nikmat. Meski begitu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Ini karena perut akan tiba-tiba bekerja keras. Dibandingkan makan makanan dalam jumlah banyak sekaligus, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi sering.

Dengan mengikuti cara ini, Anda akan bisa menjaga porsi diet Anda. Waktu makan Anda juga tidak akan berubah jika Anda makan secara teratur. Plus, makan terlalu cepat bahkan tidak dianjurkan karena dapat mengacaukan sistem pencernaan Anda.

Baca Juga :  Persyaratan Untuk Naik Pesawat Dan Kereta Api Untuk Pelancong Domestik

2. Kurangi makanan pemicu lambung

Saat bepergian, sulit untuk menahan godaan untuk mencicipi berbagai kuliner yang tersedia untuk Anda. Namun, bagaimanapun, wajar saja bagi penderita maag untuk menghindari semua makanan yang bisa memicu kambuhnya maag. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan peningkatan keasaman lambung antara lain soda, minuman berkafein, makanan berlemak, dan makanan pedas.

3. Banyak minum air putih

Hal ini mungkin dianggap sepele, padahal cukup minum air putih bisa membantu menurunkan kadar asam lambung. Tak hanya itu, minum air putih juga bisa menjaga tubuh tetap terhidrasi saat bepergian. Apalagi jika cuaca di lokasi wisata panas, disarankan untuk sering-sering minum air putih sebelum merasa haus.

4. Simpan obat maag di tas Anda setiap saat

Nah, poin ini tidak kalah pentingnya. Seperti kata pepatah “siapkan payung sebelum hujan”, sebaiknya selalu bawa obat maag di tas untuk mengantisipasi datangnya maag secara tiba-tiba. Obat maag sendiri bekerja untuk menetralkan kadar asam di lambung, terutama saat Anda mulai merasakan gejala maag.

5. Jangan memakai pakaian yang ketat

Tahukah Anda bahwa pakaian juga bisa menjadi penyebab asam lambung? Ya, pakaian yang terlalu ketat seperti stocking atau memakai ikat pinggang yang terlalu ketat bisa memberi tekanan pada perut dan menyebabkan isi perut masuk ke kerongkongan. Oleh karena itu, sebaiknya kenakan pakaian yang longgar dan nyaman agar liburan menjadi seru dan menyenangkan.

6. Makan sebelum memulai aktivitas

Melewatkan makan adalah penyebab utama sakit maag. Jika Anda tidak ingin waktu liburan Anda hancur karena harus merasakan sakit maag yang berulang, sebaiknya jangan pergi dengan perut kosong. Penting untuk makan sebelum Anda mulai bepergian ke suatu tempat. Meski perut belum lapar, Anda tetap harus kenyang.

Baca Juga :  7 Tips Mendaki Gunung Bagi Pendaki Wanita Pemula

Pilih makanan yang ringan tapi mengenyangkan agar Anda tidak merasa lapar di tengah jalan. Namun, jangan makan makanan yang bisa memicu refluks asam saat perut Anda kosong. Makanan seperti biji-bijian dan biji-bijian, serta makanan berprotein tinggi, adalah makanan yang direkomendasikan untuk penderita mulas.

7. Selalu sediakan makanan ringan

Selain menyediakan obat-obatan, Anda juga harus selalu membawa makanan ringan di tas Anda. Cemilan bisa dijadikan solusi saat lapar di tengah perjalanan dan belum menemukan tempat makan terdekat. Anda tidak perlu membawa terlalu banyak snack, cukup bungkus sejumlah snack berserat tinggi, seperti snack bar. Camilan tinggi serat akan membuat Anda merasa kurang lapar.

8. Jangan makan terburu-buru

Penting agar penderita mulas tidak makan terburu-buru. Ya, traveling terkadang membuat kita berlari. Apalagi jika kita memiliki banyak tempat untuk dikunjungi. Jadikan makanan Anda sebagai momen relaksasi. Saatnya merilekskan tubuh, terutama sistem pencernaan. Karena sistem pencernaan tidak bisa mencerna makanan kita secara maksimal saat kita makan dengan terburu-buru. Dengan makan perlahan dan bernapas sebentar, Anda dapat membantu tubuh Anda mencerna makanan dengan lebih sempurna.

9. Hindari berbaring setelah makan

Hal ini sangat sering dilakukan oleh para traveler. Padahal, berbaring atau berbaring setelah makan sangat tidak baik untuk pencernaan manusia. Karena sistem pencernaan akan terganggu dan bisa menyebabkan sakit maag. Jika Anda merasa lelah dan ingin tidur, berbaringlah dengan kaki terentang. Anda hanya bisa tidur minimal tiga jam setelah selesai makan. Hindari juga makan terlalu larut, seperti makan setelah pukul delapan malam. Karena itu akan menambah jam tidur Anda.

10. Makan makanan kaya protein

Makan makanan kaya protein saat Anda bepergian. Bagaimana bisa? Karena makanan kaya protein mudah dicerna oleh tubuh dan juga memberikan jumlah energi yang cukup, tanpa membebani sistem pencernaan kita. Makanan berprotein tinggi antara lain daging tanpa kulit, berbagai jenis ikan, udang kukus, dan jajanan berprotein tinggi yang mudah ditemukan di supermarket. Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung brokoli karena sayuran hijau ini mengandung zat belerang yang dapat membantu proses pencernaan dalam tubuh kita.

Baca Juga :  Inilah 10+ Barang Yang Tidak Boleh Di bawa Saat Naik Pesawat

11. Makan permen karet

Disarankan untuk mengunyah permen karet (rendah gula/bebas gula tentunya) selama 30 menit setelah makan. Menurut penelitian, mengunyah permen karet terbukti memicu produksi air liur di dalam tubuh, yang akan membuat kita lebih sering menelan. Sehingga dapat menetralkan asam lambung dan mencegah asam lambung naik setelah makan. Dianjurkan untuk membuat permen karet dari soda kue, yang dapat dibeli di apotek. Bagaimana bisa? Karena tidak semua mengunyah permen karet bisa membantu menetralkan asam lambung di dalam tubuh.

12. Gunakan bantal yang tinggi

Saat Anda tidur di malam hari, selalu jaga agar kepala Anda lebih tinggi dari perut Anda. Tujuannya adalah untuk menahan isi lambung dengan menghalangi katup yang memisahkan isi tenggorokan dan kerongkongan. Jika Anda khawatir bantal hostel tidak terlalu tebal atau terlalu tinggi, Anda bisa membawa bantal travel. Terutama travel pillow yang bisa dilipat (inflatable) sehingga tidak memakan banyak tempat di dalam koper. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi juga efektif mencegah Anda mendengkur saat tidur.

Itu dia 10+ tips traveling untuk traveler yang punya riwayat Penyakit maag.

Jika Anda mengalami gejala maag saat bepergian, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memeriksakan kondisi Anda, oke! Selamat berlibur!

Situs TipsSeo juga membahas tentang Tips & Trik dan Aplikasi yang sedang viral, Sobat Dumai juga bisa membacanya karena bisa menjadi referensi untuk Sobat.

Jika merasa artikel ini dapat membantu Sobat, silakan share  atau bagikan artikel ini ke teman-teman Sobat. Semoga bermanfaat dan sukses selalu… ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.