5 Penyebab Vertigo Dan Solusi Mengatasinya Agar Sembuh Dengan Cepat

Penting untuk mengetahui penyebab pusing dan cara mengatasinya, karena pusing merupakan gejala yang sering menyerang siapa saja. Vertigo adalah perasaan pusing yang dialami dengan sensasi seperti getaran atau guncangan, meskipun tubuh atau kepala tidak bergerak sama sekali.

Penyebab pusing dan cara mengatasinya tidak bisa dianggap remeh karena gejala vertigo yang dirasakan bisa jadi merupakan gejala penyakit kronis yang menyerang tubuh dan mengganggu keseimbangan tubuh, gejala yang kita kenal dengan vertigo.

Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab pusing dan cara mengatasinya. Ini juga merupakan langkah untuk mendapatkan pengobatan yang lebih spesifik untuk mengatasi penyakit yang mendasarinya.

5 Penyebab Vertigo Dan Solusi Mengatasinya Agar Sembuh Dengan Cepat

Penyebab Vertigo Dan Solusi Mengatasinya

Vertigo adalah perasaan bahwa lingkungan di sekitar Anda berputar. Pusing juga bisa membuat Anda pusing dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bukanlah penyakit. Sebaliknya, itu adalah gejala dari berbagai kondisi.

Vertigo menyebabkan pusing dan membuat Anda merasa seperti berputar padahal tidak. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai alasan, namun penyebab paling umum adalah masalah telinga bagian dalam.

Serangan vertigo dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Wanita sedikit lebih mungkin mengalami pusing daripada pria. Beberapa orang mengalami pusing sebagai efek samping dari kehamilan.

Baca Juga :  7+ Penyebab Selangkangan Gatal Dan Menghitam, Begini Cara Mengatasinya

Rata-rata, serangan pusing berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, pada kasus yang parah, orang bisa merasa pusing selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

Vertigo sendiri seringkali tidak dianggap serius. Namun, pusing dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan serius lainnya. Itu sebabnya Anda harus memberi tahu dokter Anda jika Anda mengalami episode pusing yang berulang atau berkepanjangan.

Tes diagnostik penyebab vertigo

Vertigo dapat didiagnosis dengan tes yang dilakukan oleh dokter terdekat. Tes diagnostik untuk vertigo meliputi:

1. Tes Fukuda-Unterberger: Anda akan diminta berbaring selama 30 detik dengan mata tertutup. Jika berbelok atau miring ke satu sisi, itu bisa berarti Anda memiliki masalah dengan labirin telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan pusing.

2. Tes Romberg – Untuk tes ini, Anda akan diminta untuk menutup mata sambil berdiri dengan kedua kaki rapat dan tangan direntangkan ke samping. Jika Anda merasa tidak seimbang atau tidak stabil, itu bisa berarti Anda memiliki masalah dengan sistem saraf pusat Anda.

3. Head Thrust Test – Untuk tes ini, Anda akan diminta untuk menggerakkan kepala secara perlahan dari sisi ke sisi sambil fokus pada target yang tidak bergerak. Dokter Anda akan memeriksa seberapa baik sistem keseimbangan di telinga bagian dalam Anda bekerja untuk membantu mengontrol gerakan mata saat Anda menggerakkan kepala.

Baca Juga :  Fungsi Aroma Bunga Terapi Dapat Berguna Untuk Penyembuhan Gangguan Jiwa

4. Baterai Tes Vestibular: Termasuk beberapa tes untuk membantu mengidentifikasi masalah telinga bagian dalam. Kacamata ditempatkan di atas mata untuk memantau respons gerakan mata saat menggerakkan mata untuk mengikuti target, menggerakkan kepala dan tubuh, dan juga setelah memasukkan air panas dan dingin ke dalam saluran telinga.

Penyebab pusing Vertigo

Berbagai sindrom, penyakit, atau kondisi medis dapat menyebabkan pusing. Penyebab pusing antara lain:

1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV): BPPV adalah penyebab paling umum dari pusing, BPPV biasanya dipicu oleh perubahan posisi kepala. Penderita BPPV sering merasa pusing saat berbaring, duduk, atau berguling di tempat tidur.

2. Penyakit Meniere: kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk di telinga, menyebabkan serangan pusing. Penyakit meniere juga dapat disertai dengan tinitus (telinga berdenging), gangguan pendengaran yang fluktuatif, atau rasa penuh di telinga.

3. Labirinitis: jika labirin telinga bagian dalam meradang atau terinfeksi, disebut labirinitis. Labirin telinga menampung saraf vestibulocochlear, yang mengirimkan informasi ke otak tentang suara kepala, posisi dan gerakan. Orang dengan labirinitis sering mengalami sakit kepala, infeksi telinga, penglihatan kabur, tinitus, atau gangguan pendengaran.

4. Neuritis vestibular: Peradangan pada saraf vestibular ini dapat menyebabkan pusing. Neuritis vestibular mirip dengan labirinitis tetapi tidak mempengaruhi pendengaran. Orang dengan kondisi ini mungkin mengalami pusing dan mual atau penglihatan kabur.

Baca Juga :  3 Cara Mudah Daftar Vaksin Booster covid-19 Online Lewat Aplikasi PeduliLindungi

5. Kolesteatoma: Infeksi telinga berulang dapat menyebabkan pertumbuhan kulit non-kanker di telinga tengah. Kondisi ini dikenal sebagai kolesteatoma dan dapat menyebabkan pusing, sakit kepala ringan, dan gangguan pendengaran.

Cara mengatasi vertigo

Perawatan yang tepat untuk vertigo tergantung pada beberapa faktor, termasuk akar penyebabnya. Beberapa perawatan yang lebih terkenal untuk vertigo meliputi:

1. Pengobatan: Mengobati penyebab pusing dapat membantu meredakan gejala. Misalnya, jika pusing disebabkan oleh infeksi, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Steroid dapat membantu mengurangi peradangan. Obat-obatan juga tersedia untuk meredakan gejala pusing lainnya, seperti mual atau pusing.

2. Rehabilitasi vestibular: Jika vertigo disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam, jenis terapi fisik ini dapat membantu mengurangi gejala vertigo. Rehabilitasi vestibular membantu memperkuat indera lain sehingga mereka dapat mengimbangi episode pusing.

3. Canalith repositioning procedure (CRP): Jika Anda memiliki BPPV, manuver canalith repositioning membantu memindahkan timbunan kalsium ke dalam ruang telinga bagian dalam di mana mereka akan diserap oleh tubuh untuk mengurangi gejala pusing.

4. Pembedahan: Ketika pusing disebabkan oleh masalah mendasar yang serius, seperti tumor otak atau cedera leher, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengobatinya.

5. Pengobatan rumahan: Beberapa orang mengonsumsi suplemen herbal untuk meredakan gejala. Obat herbal tradisional untuk mabuk perjalanan termasuk kunyit, ginkgo biloba, cabai rawit, akar jahe, dll. Pastikan untuk berbicara dengan dokter sebelum menambahkan suplemen herbal ke dalam diet harian Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.