7 Panduan Investasi Saham Untuk Pemula Agar Sukses Dan Berhasil

Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Penting untuk mengetahui cara berinvestasi saham untuk pemula. Hal ini sangat penting bagi Anda yang ingin memulai investasi aset berharga berupa saham. Bagaimana bisa? Karena saham merupakan salah satu aset investasi yang memiliki risiko tinggi.

Mengetahui cara berinvestasi saham untuk pemula, Anda dapat merancang strategi yang tepat sehingga Anda dapat memperoleh keuntungan dari investasi tersebut. Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang sedang berlangsung, sangat perlu untuk mengetahui bagaimana cara berinvestasi yang baik, termasuk segala resikonya.

7 Panduan Investasi Saham Untuk Pemula Agar Sukses Dan Berhasil

Ekuitas merupakan salah satu produk investasi pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investasi jangka panjang. Oleh karena itu, pengetahuan tentang perhitungan keuntungan dan risiko yang benar sangat diperlukan jika Anda benar-benar tertarik dengan alat investasi ini.

Jadi, apa saja hal-hal yang harus diketahui oleh pemula yang ingin berinvestasi di saham? Berikut langkah-langkah berinvestasi saham untuk pemula:

1. Pertama-tama, apa itu investasi saham dan risikonya?

Sebelum berinvestasi saham, perlu diketahui terlebih dahulu ciri-ciri berinvestasi saham, manfaatnya, termasuk risikonya. Cari tahu apa itu saham, bagaimana berinvestasi dan bahkan bagaimana mendapatkan keuntungan dari saham.

Anda bisa mengikuti seminar, workshop, membaca buku atau belajar di YouTube cara berinvestasi saham untuk pemula. Mengetahui keamanan secara detail, Anda dapat mengukur kapasitasnya, khususnya risiko kerugian yang dapat ditanggungnya. Sebaiknya Anda mulai berinvestasi saham dari nominal rupiah yang kecil untuk belajar.

2. Siapkan sejumlah uang tunai yang ingin Anda gunakan untuk investasi saham

Jangan memulai investasi saham dengan uang spekulatif, seperti pinjaman atau uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan risiko yang cukup tinggi, akan lebih baik jika Anda menggunakan cold cash untuk berinvestasi di saham. Uang dingin adalah uang yang, ketika hilang atau berkurang nilainya, tidak akan mengganggu kehidupan Anda.

Anda dapat menggunakan tabungan atau uang bonus, jadi jika terjadi sesuatu pada harga saham yang Anda beli, Anda selalu dapat tersenyum dan menganggapnya sebagai biaya belajar. Anda juga harus menyiapkan sejumlah uang sebagai dana awal yang umumnya diperlukan untuk membuka rekening dana klien di perusahaan sekuritas.

Baca Juga :  4 Tips Berinvestasi Emas Agar Menguntungkan Untuk Pemula

3. Pilih perusahaan saham gabungan terbaik

Perusahaan saham gabungan menjadi perantara dalam hal jual beli saham. Mereka akan membantu Anda dalam proses pembukaan rekening di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pastikan Anda memilih perusahaan efek yang terdaftar di BEI dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda juga harus melacak sejarah perusahaan-perusahaan ini sehingga Anda dapat berinvestasi di saham dengan perasaan nyaman dan aman.

Pilih perusahaan yang menawarkan kemudahan jual beli saham. Saat ini, dengan kemajuan teknologi, perusahaan seringkali sudah memiliki aplikasi khusus untuk membeli dan menjual saham secara langsung. Jadi pastikan aplikasi stok yang Anda miliki mudah diakses dan mudah digunakan. Pilih perusahaan yang menarik komisi terendah untuk membeli dan menjual saham.

Beberapa perusahaan sekuritas yang dapat dipilih antara lain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Ajaib Sekuritas, Indo Premier, Mirae Asset, dll. Anda dapat melihat daftar perusahaan sekuritas di Indonesia pada link OJK di bawah ini.

4. Buka rekening dana nasabah (RDN)

Setelah menentukan pilihan perusahaan sekuritas, Anda perlu membuka rekening dana klien di perusahaan tersebut. Rekening tersebut digunakan untuk melakukan transaksi jual beli di pasar modal. Untuk membukanya, Anda perlu menyiapkan dokumen yang diperlukan dan file lainnya.

Dokumen pertama yang harus disiapkan adalah kartu identitas warga negara Indonesia atau kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan paspor untuk orang asing. Anda juga harus memiliki NPWP terlebih dahulu. Jika Anda masih pelajar, Anda dapat bergabung dengan PNTP orang tua Anda. Anda juga harus menyiapkan dua lembar fotokopi brosur dan prangko.

Isi formulir berdasarkan informasi yang sebenarnya dan kemudian Anda akan dapat melakukan setoran awal ke RDN yang sudah Anda miliki. Nilai setoran awal ini bervariasi, biasanya antara Rp100.000 hingga Rp3.000.000.

5. Pilih saham yang ingin Anda miliki

Sebagai aturan umum, membuat akun dana klien tidak memakan banyak waktu. Setelah Anda memiliki RDN dan melakukan setoran awal, Anda akan terdaftar secara resmi sebagai investor saham. Anda dapat langsung memilih untuk membeli saham melalui aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.

Namun sebelum itu, Anda harus riset terlebih dahulu saham yang ingin Anda beli. Memastikan bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik. Untuk melakukan ini, tinjau laporan keuangan dan masalah lain yang terkait dengan kinerja dan citra perusahaan. Saham adalah investasi jangka panjang, jadi Anda harus memikirkannya dengan cermat.

Sebagai saran, pada tahap awal, Anda bisa memilih saham blue chip atau saham perusahaan dengan track record yang baik. Jenis surat berharga ini memiliki nilai yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.

6. Belajar menganalisa saham

Ada 2 metode analisis ekuitas yang saat ini dikenal luas oleh investor. Yang pertama adalah analisis teknikal, yang kedua adalah analisis fundamental. Untuk pemahaman yang lebih baik, baca juga 2 metode analisis saham berikut ini agar investasi saham Anda bisa lebih menguntungkan.

Baca Juga :  5 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Dan Usaha Online Hasilkan Jutaan Rupiah Terbaru 2022

Pantau pergerakan harga saham secara berkala

Untuk memanfaatkan investasi saham, Anda perlu memantau kondisi pasar saham secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual saham. Waktu terbaik untuk membeli saham adalah saat harga sedang rendah atau saat nilai saham sedang naik. Sedangkan waktu terbaik untuk menjual saham adalah saat harga memuncak atau saat harga saham yang Anda beli akan turun.

Cek berita melalui media digital atau jejaring sosial yang mengecek harga saham setiap hari. Dengan mengikuti tren harga saham, Anda bisa memutuskan untuk membeli saham lain saat nilainya turun.

7. Mengetahui dengan benar aplikasi yang digunakan untuk jual beli saham

Di dunia digital saat ini, berbagai aktivitas sangat mudah dilakukan, termasuk membeli saham. Dengan mengandalkan smartphone, Anda bisa berinvestasi saham secara online menggunakan aplikasi. Beberapa contoh aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk jual beli adalah Magic, MOST by Mandiri Sekuritas, BIONS BNI Sekuritas, dan Indopremier IPOT.

Keuntungan dan risiko berinvestasi saham

Berinvestasi saham, selain menjanjikan keuntungan, juga membawa sejumlah risiko yang harus diperhitungkan. Risiko ini terjadi karena adanya fluktuasi harga saham atau kenaikan di pasar modal atau pasar sekunder.

Perubahan harga terjadi tergantung pada tingkat penawaran dan permintaan suatu saham yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya, kinerja perusahaan, perubahan suku bunga, perubahan nilai tukar atau faktor non-ekonomi.

Keuntungan berinvestasi saham

1. Capital gain

Capital gain adalah keuntungan yang Anda peroleh jika Anda menjual saham dengan harga lebih tinggi dari harga saat Anda membelinya. Dengan demikian terdapat selisih antara harga beli dan harga jual suatu saham yang akan menjadi keuntungan bagi pemilik saham.

2. Dividen

Anda akan memperoleh keuntungan dalam bentuk dividen jika perusahaan memperoleh keuntungan dari saham yang Anda miliki. Dividen adalah penyertaan dalam keuntungan pemegang saham atau investor. Tentu saja jumlah penghasilan yang Anda terima disesuaikan dengan jumlah saham yang Anda miliki.

Jika Anda memiliki saham sebelum tanggal cum periode pembayaran dividen, Anda akan mendapatkan keuntungan darinya. Dengan informasi cum date adalah tanggal penetapan pemegang saham yang berhak menerima dividen dari perseroan. Jangka waktu tersebut berdasarkan kebijakan perusahaan, bisa satu atau dua kali dalam setahun.

3. Diversifikasi

Dengan investasi ekuitas, Anda juga dapat mendiversifikasi portofolio bisnis investasi Anda. Diversifikasi adalah teknik yang digunakan untuk mengurangi risiko dengan mengalokasikan dana ke beberapa instrumen keuangan, sektor atau kelas aset lainnya, seperti obligasi dan real estat.

Kerugian Investasi saham

Selain menjanjikan keuntungan, saham juga sarat dengan risiko. Untuk itu perlu diketahui risiko berinvestasi saham yang bisa didapatkan oleh setiap investor.

1. Capital Loss

Ketika Anda menjual saham dengan harga di atas harga beli, Anda sebagai investor akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Di sisi lain, pemilik saham juga bisa menderita kerugian jika harga jual lebih rendah dari harga beli.

Baca Juga :  Tips Menghadapi Rekan Yang Depresi Langsung Arahan Dari Psikolog Handal

Kerugian utama adalah salah satu kerugian paling umum dalam dunia investasi ekuitas. Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai pemegang saham untuk mengetahui terlebih dahulu tujuan dari investasi yang Anda lakukan agar dapat mengurangi risiko di masa depan.

2. Suspensi

Risiko lain yang dapat Anda ambil adalah penangguhan oleh bursa. Jika suatu saham ditangguhkan, investor tidak dapat menjual saham tersebut sampai statusnya dicabut.

Ada beberapa alasan penangguhan saham tersebut. Ini termasuk harga saham yang turun drastis dalam waktu singkat, perusahaan yang dipailitkan oleh krediturnya atau ketidakpatuhan terhadap persyaratan otoritas bursa, seperti neraca.

3.tidak menerima dividen

Biasanya, perusahaan membayar dividen ketika perusahaan berkinerja baik. Namun, ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau kerugian, perusahaan tidak dapat membagikan dividen.

4. Risiko likuidasi

Jika emiten pailit atau dilikuidasi, pemegang saham mempunyai hak final atas kekayaan perseroan setelah seluruh utang emiten dilunasi. Skenario terburuknya adalah jika tidak ada lagi aset, pemegang saham tidak akan mendapatkan apa-apa.

5. Delesting

Untuk alasan-alasan tertentu, saham dapat di delisting sehingga pada akhirnya saham tersebut menjadi tidak dapat dipasarkan (kehilangan likuiditas).

Tips investasi untuk pemula

Untuk mendapatkan keuntungan dari berinvestasi di saham, ada beberapa tips yang harus Anda ikuti.

Tentukan tujuan Anda berinvestasi saham

Sebelum berinvestasi saham, Anda harus tahu dulu apa tujuan investasi Anda. Misalnya, menyiapkan dana pensiun, mengumpulkan dana untuk uang muka rumah, atau untuk keperluan lain.

Ubah dan seuaikan kondisi keuangan Anda

Pastikan investasi saham berada dalam jangkauan Anda. Jangan berkutat dengan nominal crore rupiah hanya karena tergiur dengan prestasi orang lain dan malah terjerat utang. Ingatlah bahwa saham adalah investasi berisiko tinggi.

Pastikan Anda memilih saham yang benar

Ada banyak perbuatan baik, tetapi juga banyak yang kurang baik. Untuk itu, Anda harus bisa menganalisa dan mengidentifikasi saham-saham yang bagus dan bisa naik nilainya di masa depan.

Pilih saham berbiaya rendah

Biaya saham umumnya 0,19% untuk pembelian dan 0,29% untuk penjualan. Namun, ada juga yang mematok 0,15% untuk pembelian dan 0,20% untuk penjualan. Pilih yang termurah tapi dengan pelayanan yang baik.

Konsisten dan sabar

Anda dapat mulai mempelajari analisis saham dengan membaca portofolio masing-masing perusahaan yang dipilih. Dengan mengetahui kekuatan fundamental dari perusahaan-perusahaan tersebut, Anda dapat menentukan saham mana yang bagus dan berguna untuk tujuan investasi Anda.

Karena investasi ekuitas jangka panjang akan lebih aman dan menguntungkan, Anda juga harus bersabar. Jangan terburu-buru untuk mendapatkan keuntungan, Anda mengambil langkah yang salah dan tujuan investasi Anda tidak terpenuhi.

Demikian ulasan 7 Panduan Investasi Saham Untuk Pemula Agar Sukses Dan Berhasil

Situs TipsSeo juga membahas tentang Tips & Trik dan Aplikasi yang sedang viral, Sobat Dumai juga bisa membacanya karena bisa menjadi referensi untuk Sobat.

Jika merasa artikel ini dapat membantu Sobat, silakan share  atau bagikan artikel ini ke teman-teman Sobat. Semoga bermanfaat dan sukses selalu… ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.