4 Biaya Saat Mengambil KPR Yang Harus Anda Bayar Pada Bank

Biaya Saat Mengambil KPR Yang Harus Anda Bayar

Bank adalah alternatif cepat untuk mencari pembiayaan, baik itu jangka pendek, menengah atau panjang. Jalur ini terutama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, seperti menambah modal perusahaan, membeli mobil dengan Sistem Kredit Pemilikan Rumah (KKB), membeli rumah dengan Sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Konstruksi.

Oleh karena itu, berapapun kebutuhan pembiayaan Anda, bank dapat menyediakannya, asalkan syaratnya terpenuhi. Nah, salah satu jenis utang bank yang banyak dibutuhkan masyarakat adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan nilai yang sangat tinggi, membeli rumah bebas hutang seperti memimpikan bulan. Namun, jangan hanya berutang, karena utang yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan Anda dapat menjerat hidup Anda.

Sebab, bukan hanya pokok utang yang harus Anda lunasi, namun ada beberapa biaya yang harus Anda tanggung jika memutuskan untuk mengambil pinjaman bank. Selain biaya bunga dan biaya provisi, ada juga beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan.

4 Biaya Saat Mengambil KPR Yang Harus Anda Bayar Pada Bank

Selain KPR, biaya ini biasanya juga dikenakan untuk produk pinjaman bank lainnya, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPA), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan Kredit Multiguna (KMG). Sebelum mengajukan pinjaman bank, ada baiknya mengetahui biaya yang akan Anda keluarkan.

Baca Juga :  6 Cara Mudah Mencari Modal Usaha Untuk Pengembangan Bisnis Anda

1. Biaya provisi atau pengadaan

Supply fee adalah biaya yang dibebankan oleh bank kepada pemohon pinjaman. Biaya ini dikumpulkan saat pinjaman disetujui dan dibayarkan satu kali pada awal proses pengambilan kredit. Caranya adalah dengan langsung memotong dana pinjaman yang diberikan oleh pihak bank.

Besarnya biaya provisi bervariasi dari bank ke bank tergantung pada jenis pinjaman; namun, rata-rata, bank-bank di Indonesia mengenakan biaya sebesar 1% hingga 5% dari total pinjaman yang disetujui.

Misalnya, biaya provisi hipotek biasanya dibebankan sebesar 1% dari nilai pinjaman maksimum yang disetujui. Untuk bagian mereka, pinjaman tanpa jaminan (KTA) memiliki biaya pasokan yang bervariasi antara 0,5 dan 1,5%. Biaya penyediaan kredit multiguna (KPG) berkisar antara 1% hingga 3,5%. Jadi jangan kaget ketika utang sudah disetujui dan uang sudah ditransfer ke rekening Anda, nilainya lebih rendah.

2. Biaya asuransi

Tidak ada yang tahu seperti apa masa depan kita, jadi asuransi wajib untuk jenis kredit tertentu seperti KPR, KPA dan KKB. Sedangkan untuk KTA, ada bank yang tidak mengikutsertakan penerima kredit dalam asuransi.

Baca Juga :  3 Syarat Penjaminan Yang Bisa Digunakan Untuk Pinjaman Bank

Semakin tinggi skor kredit dan semakin lama durasi atau periode pembayaran hutang, semakin tinggi biaya asuransi. Pasalnya, dengan durasi yang lebih lama dan jumlah pinjaman yang tinggi, risiko yang harus ditanggung bank juga lebih besar. Selanjutnya, risiko gagal bayar dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kematian pemberi pinjaman.

Beberapa jenis kredit juga memerlukan asuransi khusus. Misalnya, KPR yang membutuhkan asuransi kebakaran. Sedangkan untuk KKB ada asuransi kendaraan yang bersifat total loss only (LTO) dan all risk. Asuransi LTO hanya mengganti kerugian atas kehilangan kendaraan, sedangkan all risk mengganti semua jenis risiko kendaraan seperti kehilangan, kecelakaan dan kerusakan. Tentu saja, semua risiko memiliki biaya premi yang lebih tinggi.

3. Biaya penilaian agunan oleh penilai independen

Seorang ahli independen diperlukan untuk mengetahui batas maksimum kredit yang akan diberikan. Untuk KPR, penilai independen akan mengevaluasi rumah yang akan dibeli. Biaya penilaian menjadi biaya yang harus dibayar oleh calon debitur. Selain diwajibkan oleh bank, Anda juga membutuhkan hasil penilai independen sebagai pembeli. Karena dengan cara ini Anda dapat mengetahui apakah properti yang Anda beli dapat dipasarkan.

4. Beban bunga

Beban bunga menjadi perhatian besar ketika mengajukan pinjaman bank. Karena biaya bunga adalah komponen terbesar dari biaya yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Selain itu, bank biasanya membebankan bunga di awal pembayaran utang. Oleh karena itu, cicilan bulanan utang yang Anda bayarkan di awal kredit akan jauh lebih terkuras untuk membayar bunga utang daripada utang pokok.

Baca Juga :  7 Tips Mengajukan Pinjaman Kredit Bank Dengan Aman

Besarnya bunga utang bervariasi tergantung bank yang mengeluarkan kredit. Untuk kredit tanpa agunan (KTA), bunga yang dikenakan lebih tinggi dari kredit dengan agunan. KTA umumnya membebankan bunga antara 10% dan 20% per tahun tergantung pada jangka waktu pembayaran.

Bunga KTA tinggi karena jenis utang ini tidak memerlukan jaminan ekuitas, sehingga risiko kerugian bank lebih besar. Sedangkan untuk Kredit Serbaguna (KMG), besaran bunga yang harus dibayar antara 9% sampai 12% per tahun.

Dan hipotek? Bunga pinjaman real estate (KPR) saat ini berkisar antara 7% hingga 12%. Untuk meringankan KPR, Anda dapat memanfaatkan promosi fixed rate yang biasanya diberikan selama periode awal kredit.

Demikian ulasan 4 Biaya Saat Mengambil KPR Yang Harus Anda Bayar Pada Bank

Situs TipsSeo juga membahas tentang Tips & Trik dan Aplikasi yang sedang viral, Sobat Dumai juga bisa membacanya karena bisa menjadi referensi untuk Sobat.

Jika merasa artikel ini dapat membantu Sobat, silakan share  atau bagikan artikel ini ke teman-teman Sobat. Semoga bermanfaat dan sukses selalu… ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.