10+ Alat Pembayaran Internasional Untuk Perdagangan Yang Wajib Diketahui

Setiap negara memiliki mata uang yang berbeda. Karena perbedaan ini, diperlukan instrumen pembayaran internasional yang dapat digunakan untuk transaksi bisnis antar negara.

Alat pembayaran yang dapat digunakan untuk transaksi komersial antara dua negara biasanya diresmikan melalui perjanjian bilateral.

Namun, ada juga mata uang internasional yang digunakan dan diterapkan di seluruh dunia, salah satunya adalah dolar AS (US$).

10+ Alat Pembayaran Internasional Untuk Perdagangan Yang Wajib Diketahui

Alat pembayaran internasional digunakan untuk berbagai transaksi antar negara. Tidak hanya dalam hubungan perdagangan antar negara, alat pembayaran internasional juga dapat digunakan antar individu. Mari kita lihat alat tukar apa yang bisa digunakan dalam transaksi internasional!

Alat Pembayaran Internasional Untuk Perdagangan

1. Uang Tunai

Ketika Anda pergi ke luar negeri, Anda harus menukarkan rupiah dengan mata uang negara tujuan. Nilai tukar juga akan disesuaikan dengan nilai mata uang terhadap rupiah. Misalnya saja ke Amerika Serikat yang menggunakan mata uang dollar dengan kurs $1 yang setara dengan Rp 14.000. Selanjutnya, dolar yang telah Anda tukarkan dapat dihabiskan di sana.

Baca Juga :  9 Cara Membuat Chanel YouTube Dengan Gampang Dan Cepat Menghasilkan Cuan 2022

2. Cek

Cek adalah perintah tanpa syarat dari pelanggan ke bank untuk mentransfer sejumlah uang yang ditentukan di dalamnya. Cek divalidasi dengan tanda tangan atau stempel resmi dari pelanggan yang mengeluarkan otorisasi. Alat pembayaran ini biasanya dilakukan oleh pedagang antar negara dalam jumlah banyak.

3. Wesel (surat wesel)

Alat pembayaran ini dapat digunakan untuk transaksi dalam dan luar negeri. Mengirim uang melalui wesel lebih mudah. Alasannya, pengirim dan penerima uang tidak perlu memiliki rekening tempat mereka mengirimnya. Konfirmasi penerimaan uang akan dilakukan melalui kode PIN. Di Indonesia, pesanan pos dapat dikirim ke kepolisian Indonesia atau beberapa bank.

4. Transfer bank

Meski sedikit berisiko, transfer bank juga merupakan alat pembayaran internasional yang digunakan di banyak negara. Transfer bank adalah perintah untuk transfer otomatis dana klien ke bank domestik dan asing. Tidak perlu mengembalikan lembar kendali pengiriman kepada penerima dana.

5. Letter of Credit

Konsepnya mirip dengan perintah pengadilan. Bedanya, letter of credit mengirimkan dana secara mencicil. Alat transmisi internasional ini cukup aman untuk transaksi jual beli. Bank yang menjadi sarana pengiriman akan tetap membayarkan sisa pembayaran pembeli. Jika pembeli belum membayar untuk transaksi, sisa uang akan menjadi hutang ke bank.

Baca Juga :  Ingin Tahu Bagaimana UMKM Tumbuh Berkembang? Dengarkan Penjelasannnya

6. Emas

Emas telah menjadi alat tukar yang sering digunakan oleh banyak negara dalam transaksi komersial. Perhitungan emas akan diubah berdasarkan berat dan grade. Pembayaran transaksi luar negeri dengan emas biasanya dipilih agar nilainya tidak turun akibat inflasi di masing-masing negara.

7. Kartu kredit

Kartu kredit dapat digunakan untuk transaksi offline dan online di semua merchant luar negeri. Anda tidak perlu khawatir jika transaksinya tidak dalam mata uang rupiah. Nilai transaksi akan diubah secara otomatis oleh bank penerbit kartu kredit.

8. Mata uang asing

Alat pembayaran ini biasanya digunakan oleh suatu negara yang bertransaksi dengan negara lain. Satuan mata uang yang umum digunakan adalah dolar AS atau USD. Namun, Indonesia dapat menggunakan mata uang lain saat bertransaksi dengan negara tetangga.

9. Kompensasi Pribadi

Transaksi ini dapat berlangsung jika Anda memiliki mitra dari satu negara ke negara lain. Kompensasi pribadi adalah sistem pembayaran silang antara pembeli dan penjual. Penggunaan sistem pembayaran ini membutuhkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Keuntungan Dan Resiko Investasi Reksadana Yang Wajib Diketahui Pemula Sebelum Berinvestasi

Simulasi kompensasi pribadi dapat digambarkan melalui transaksi dua pembeli dan dua pedagang dari Indonesia dan Malaysia.

Misalnya, Budi dari Indonesia membeli produk dari Toni di Malaysia senilai Rp 1.000.000. Kemudian Tina dari Malaysia membeli produk dari Tuti di Indonesia seharga Rp 1.000.000. Empat pihak saling percaya, dua pihak yang berada di negara yang sama dapat membayar dan menerima uang tanpa harus melakukan transfer ke luar negeri.

10. E-Wallet

Seiring dengan perkembangan teknologi, dompet digital bermunculan di banyak negara. Di Indonesia, Anda bisa menggunakan OVO, GoPay, DANA dan LinkAja untuk melakukan pembayaran digital. Nah, ada beberapa e-wallet yang sebenarnya bisa digunakan untuk transaksi di negara tetangga.

11. Escrow Account

Ibarat rekening bersama yang bisa digunakan oleh kedua belah pihak yang membukanya. Akun ini biasanya digunakan oleh pembeli dan pedagang yang melakukan transaksi dua arah. Saat melakukan pembayaran, satu pihak cukup menyetor sejumlah uang ke dalam rekening dan pihak lain dapat menariknya secara langsung.

Itulah beberapa alat pembayaran internasional yang sah yang digunakan untuk melakukan transaksi komersial, baik untuk perorangan maupun untuk negara. Ada yang pernah coba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.