Inilah 6+ Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi Saat Bertraveling

Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi Saat Bertraveling

TipsSeo Info – Jika Anda ingin mengunjungi atau bepergian ke suatu wilayah, semua peraturan, standar, dan hukum yang berlaku harus dipatuhi. Seperti kata pepatah “Di mana bumi diinjak-injak, di situlah langit menopang “.

Sebuah daerah yang terkenal dengan kostumnya terletak di Minangkabau. Ada peraturan adat yang harus diikuti dan dihormati oleh para pelancong.

Berikut 7 Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi Saat Bertraveling

Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi

1. Adat nan Sabana Adat

Adat nan sabana adat adalah takdir atau kehendak Tuhan. Sifatnya tetap dan tidak pernah berubah. Diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, adat ini mengatur prinsip hidup. Seperti biasa, berbuat baik dan saling menghormati.

Oleh karena itu, bagi para pelancong yang berkunjung ke negara Minang, mereka juga harus dapat menghormati warga, budaya dan selalu menjaga ketertiban di antara mereka.

2. Adat nan Diadatkan

Adat ini menekankan nilai-nilai budaya atau budaya nenek moyang yang tidak melanggar aturan Islam tetap dipertahankan. Oleh karena itu disebut adat nan diadatkan.

Baca Juga :  Inilah 5 Perbedaan Batik Solo Dan Yogyakarta Agar Anda Tidak Salah Pilih

Ruang lingkup kehidupan yang diatur oleh adat nan sangat luas. Hampir semua aspek kehidupan sosial diatur oleh adat, mulai dari masalah kecil seperti tata cara makan dan minum, berjalan, bersosialisasi, dll.

Oleh karena itu, jika Anda berada di Minangkabau, Anda harus tetap sopan dalam berpakaian, menjaga perilaku di tempat umum dan, tentu saja, menjaga ucapan saat berkomunikasi. Hal ini dilakukan agar tidak bersinggungan dengan warga sekitar ya, dengan pemudik.

3. Adat Nan Teradat

Adat ini terkait dengan identitas, kesatuan etnis dan daerah. Oleh karena itu, adat ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, dengan adat ini, gesekan-gesekan dalam masyarakat yang biasanya terjadi karena perbedaan suku, identitas, dan daerah dapat dikurangi.

Bagi wisatawan yang pasti berasal dari luar daerah Minangkabau, jangan pernah menyebut suku dan identitas suatu daerah. Karena sangat sensitif dan bisa menimbulkan masalah. Lebih baik Anda menghargai diri sendiri agar liburan Anda lebih menyenangkan.

4. Adat Istiadat

Adat ini merupakan semacam aturan yang terjadi dengan sendirinya karena adanya interaksi antara masyarakat Tanah Minang dan juga antara masyarakat dengan dunia luar, dalam hal ini para pendatang. Baginya, adat berperan dalam kemajuan daerah Minangkabau, namun tetap mempertahankan aturan adat.

Baca Juga :  10 Tempat Nongkrong Terbaik Di Sentul Bogor Dengan View Pemandangan

Salah satu hasil dari adat ini adalah berbagai tradisi atau permainan yang berkembang hingga saat ini dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jadi ketika Anda berkunjung ke Tanah Minang, ada baiknya untuk menghormati semua budaya yang ada sebagai warisan budaya.

5. Tradisi Balimau khas Minang

Traveler, jika Anda berkunjung ke daerah Minangkabau menjelang bulan Ramadhan, ada tradisi yang bisa Anda ikuti. Adat Balimau.

Masyarakat Minangkabau di dasar sungai melakukan ritual mandi sambil meminta maaf yang disebut dengan Balimau. Tradisi ini dipercaya dapat mensucikan pikiran sebelum menyambut bulan suci.

Jika Anda mengikuti acara ini, Anda harus mematuhi aturan yang berlaku, seperti berpakaian sopan dan menjaga perilaku yang baik.

6. Upacara Tabuik

Upacara tabuik merupakan upacara tahunan yang sudah ada sejak abad ke-19 di tanah Minang. Tabuik atau tabot yang artinya kotak kayu adalah istilah yang mengacu pada legenda tentang keberadaan makhluk berbentuk kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq.

Upacara ini diadakan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Thalib, pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga :  Inilah 9+ Minuman Khas Indonesia Untuk Menambah Stamina & Meningkatkan Imun Tubuh

Ada dua jenis upacara yaitu tabuik pasa dan tabuik subarang yang berasal dari Pariaman. Upacara tabuik terdiri dari tujuh rangkaian yang berpuncak pada pelaksanaan ritual tabuik memanjat pangkek dilanjutkan dengan hoyak tabuik. Upacara penutupan berlangsung di pantai Gondoriah untuk berlayar ke lepas pantai.

7. Makan Bajamba

Tradisi makan bajamba merupakan tradisi turun temurun masyarakat Minangkabau yaitu kegiatan makan bersama di tempat khusus yang telah ditentukan.

Acara ini biasanya diadakan karena ada acara penting seperti pernikahan dan acara keagamaan. Jamuan Bajamba mempertemukan puluhan ribu orang yang kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Kelompok tersebut kemudian membentuk lingkaran atau membujur dengan makanan yang dipajang. Secara harfiah, makan bajamba memiliki makna yang sangat dalam, dimana tradisi makan bersama akan menciptakan rasa persatuan tanpa memandang perbedaan status sosial.

Inilah 7 Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi sebelum mengunjungi Tanah Minangkabau.

Situs TipsSeo juga membahas tentang Tips & Trik dan Aplikasi yang sedang viral, Sobat Dumai juga bisa membacanya karena bisa menjadi referensi untuk Sobat.

Jika merasa artikel ini dapat membantu Sobat, silakan share  atau bagikan artikel ini ke teman-teman Sobat. Semoga bermanfaat dan sukses selalu… ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.