Inilah 5+ Adat Batak Yang Wajib Di Ketahui Saat Berkunjung Ke Tanah Batak

TipsSeo Info – Kehidupan sosial merupakan unsur yang tak lekang oleh waktu dalam kehidupan sehari-hari orang Batak.

Itulah sebabnya, tidak seperti banyak budaya kuno yang hilang seiring berjalannya waktu, berkat kekerabatan dan rasa hormat yang kuat terhadap budaya mereka, adat Batak masih berlanjut hingga saat ini.

Berikut Inilah 7 Adat Batak Yang Wajib Di Ketahui Saat Berkunjung Ke Tanah Batak

Adat Batak Yang Wajib Di Ketahui

1. Menikah dengan sepupu atau paribán adalah hal yang wajar bagi orang Batak

Orang Batak umumnya berasal dari bagian utara pulau Sumatera. Banyak suku Batak yang mendiami wilayah ini, seperti Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli, Serdang, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah. Suku Batak memiliki filosofi hidup yang mencerminkan kepribadian suku Batak.

Baca Juga :  Berikut 5 Filosofi Motivasi Hidup Jawa Yang Bisa Kamu Terapkan Saat Traveling

Ada ungkapan dalam adat Batak: pariban (sepupu) dan rokkap (pendamping). Tapi jangan salah paham. Tidak ada sepupu yang tidak boleh menikah.

Dalam budaya Batak, jika Anda seorang wanita, Anda dapat menikahi putra dari adik perempuan ayah Anda. Jika Anda laki-laki, Anda dapat menikahi putri dari adik laki-laki ibu Anda.

2. Adat Manngulosi dalam budaya perkawinan Batak

Mangulosi berasal dari kata ulos. Ulos adalah jenis kain khas pakaian Batak. Ulos memiliki arti harfiah yang berarti kain. Cara pembuatan ulos ini kurang lebih sama dengan kain songket khas Palembang yang tidak menggunakan mesin melainkan alat tenun tradisional.

Mangulosis adalah kebiasaan memberikan kain ulos kepada orang lain sebagai persembahan. Biasanya tradisi ini dilakukan pada saat pernikahan.

Namun tidak semua orang bisa mempraktekkan kebiasaan manngulosis ini. Hanya para tetua sukunya yang bisa melakukan ini.

3. Orang Batak suka membuat Martarombo

Sebagaimana disebutkan di atas, budaya keluarga sangat erat kaitannya dengan adat istiadat dan kehidupan sehari-hari orang Batak.

Dalam hal ini, orang Batak sendiri memiliki adat yang disebut martarombo, yaitu tradisi saling mengobrol untuk mencari hubungan persaudaraan di antara mereka.

Biasanya dalam martarombo, sesepuh keluarga meminta silsilah dari keluarga lain untuk mencari kekerabatan di klan mereka untuk memperkuat ikatan kekerabatan.

Baca Juga :  Inilah 6+ Adat Minangkabau Yang Harus Diketahui Dan Dipatuhi Saat Bertraveling

4. Adat Tuhor dalam pernikahan

Tuhor memiliki arti “uang ” yang digunakan untuk membeli wanita untuk melamar pria. Uang tuhor ini biasanya akan digunakan nantinya untuk membiayai pesta pernikahan dan segala keperluan pernikahan adat seperti kebaya dll.

Jumlah biaya universitas ini umumnya lebih tinggi jika pendidikan wanita itu juga tinggi atau pekerjaannya penting.

Orang Batak yang masih berpegang teguh pada adat leluhur biasanya tetap mempraktekkan budaya ini, namun untuk orang Batak moderat atau lebih modern biasanya mulai melepaskan budaya ini.

5. Budaya Mandok Hata sebelum awal tahun.

Mandok hata artinya berbicara atau mengobrol sebelum awal tahun. Kebiasaan ini biasanya dilakukan pada acara reuni keluarga besar.

Biasanya topik obrolan mencakup refleksi tahun-tahun lalu dan rencana untuk tahun-tahun mendatang, diikuti dengan permintaan maaf bersama. Budaya sungkeman kurang lebih sama dalam Islam saat lebaran.

6. Tarian anak muda mencari pendamping, Gondang Naposo

Gondang Naposo adalah tradisi perjodohan dalam adat Batak yang diikuti oleh para pemuda. Dulu, untuk beberapa anak kecil yang sudah lama mencari pasangan, akan diadakan Gondang Naposo.

Orang-orang muda dari kota lain datang untuk melihat kekasih masa depan mereka. Festival ini biasanya berlangsung pada bulan purnama setelah upacara pengganggu Mangsar, yang biasanya berlangsung setelah panen.

Baca Juga :  Inilah 5 Perbedaan Batik Solo Dan Yogyakarta Agar Anda Tidak Salah Pilih

7. Mangokal Holi, tradisi masyarakat Batak untuk menghormati leluhur

Upacara Mangokal Holi kini semakin sulit ditemukan. Mangokkal Holi adalah ritual menggali kuburan leluhur dan memindahkan tulang ke lokasi baru sebagai tanda penghormatan kepada leluhur.

Memerlukan biaya yang mahal untuk melakukan upacara adat ini karena membutuhkan pengorbanan hewan. Etnis Batak percaya bahwa arwah yang mati akan hidup selamanya untuk menghormati mereka: tulang harus ditempatkan di tempat yang lebih tinggi, yaitu dekat dengan Sang Pencipta.

Upacara ini juga dianggap sebagai simbol tertinggi martabak keluarga. Semakin mahal harga sebuah makam atau monumen, semakin jelas status marga pemilik monumen tersebut.

Nah, itulah 5+ Adat Batak Yang Wajib Di Ketahui Saat Berkunjung Ke Tanah Batak.

Padahal, masih banyak hal unik dan menarik tentang budaya Batak yang bisa Anda pelajari dengan berkunjung langsung ke negeri Batak.

Situs TipsSeo juga membahas tentang Tips & Trik dan Aplikasi yang sedang viral, Sobat Dumai juga bisa membacanya karena bisa menjadi referensi untuk Sobat.

Jika merasa artikel ini dapat membantu Sobat, silakan share  atau bagikan artikel ini ke teman-teman Sobat. Semoga bermanfaat dan sukses selalu… ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.